Selasa, 17 Maret 2015

Diary untuk Tuhan

        Diawali dengan penghijrahan perjalanan hidupku mulai menemukan titik temu aku pun sepenuhnya menikmati jalan hidupku sebab aku teramat yakin bahwasanya Tuhan senantiasa menetapkan yang terbaik
untukku. oleh karena itu, apa pun yang terbaik untukku.oleh karena itu, apa pun peristiwanya berbentuk sesuatu yang menyenangkan atau pun yang menyedihkan aku akan tetap menjalaninya dengan hati yang riang.Toh,semua itu demi peningkatan kualitas hidupku sendiri.
        Itulah jalan utama keyakinan yang selalu kutancapkan di relung hati bahwa Tuhan tidak pernah memiliki kehendak buruk kepada manusia. Dari setiap peristiwa yang terbentang,di sela-sela itu Tuhan senantiasa menyelipkan kebajikan.Jika di tengah-tengah proses perjalanan lastas kita merasa bahwa Dia telah menganiaya diri kita, itu sama halnya kita telah meracuni diri sendiri. Bentuk-bentuk pemikiran seperti itu akan dengan cepat membusukkan kepribadian kita
        Satu hal penting yang perlu kita renungkan adalah bahwa jalan hidup yang dikehedaki -Nya itu tak sama dengan jalan hidup yang kita inginkan olehnya karenanya patutlah disematkan pada nurani bahwa setiap hamba mestilah meniti jalan yang ditetapkan .sejauh -jauh kita mendayung sampan di tengah lautan lepas ,pada akhirnya akan bertemu dengan dermaga kepastian. Maka, tak ada jalan yang pantas dilalui,selain jalan yang telah digariskan.
       Maka aku tetapkan dalam hati untuk tunduk dan patuh kepada aturan hukum-hukum-Nya, yang telah tertera didalam Al-Qur'an. Aku pun berusaha dengan sekuat tenaga agar sebisa mungkin meladani Rasul,sebagaiman yang tercatat dalam Hadis-hadisnya. Meskipun aku tak mengingkari betapa berat untuk seanantiasa bisa mengikuti teladan rasul. Betapa rasa kemalasan selalu hinggap pada saat-saat hendak dan sedang menghadap sang kekasih.
      Tetapi bagaimanpun kondisinya,aku akan tetap harus berangkat.aku hadapkan diriku sepenuhnya kepada Tuhan.tak hanya melalui sholat lima waktu yang telah diwajibkan, namun juga ketika aku hendak memulai aktivitasku, di saat rembang pagi datang penjelang dan ketika kesibukan selalu melilitku.
       Siapa saja yang melawati jalan ini dengan ketulusan hati, telah dijamin dengan kepastian pula bahwa mereka kelak akan menikmati surga dan mampu melihat Tuhan.Aammin ...Ya Allah